5 Penyebab Tidur Tak Nyenyak

•Desember 9, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

KOMPAS.com – Apa yang Anda rasakan saat bangun tidur? Jika Anda merasakan badan terasa pegal, badan terasa lelah, mata masih ingin terus terpejam, dan bukannya segar, maka sebaiknya Anda mengamati kembali bagaimana Anda tidur. “Kita seharusnya merasa segar setelah bangun tidur, bukannya lelah atau lemas. Jika Anda merasa seperti itu, ada indikasi sesuatu terjadi selama tidur dan Anda tak menyadarinya,” ungkap Michael Decker, PhD, profesor dari Georgia State University.

Memiliki waktu tidur yang berkualitas sangatlah penting, bukan hanya dari lamanya waktu tidur, tapi juga dari kualitasnya, yang berakibat pada meningkatnya kebugaran. Ketika Anda tidak mendapatkan kualitas tidur ini, kemungkinan ada beberapa faktor yang menyebabkannya:

1. Kesepian. Sebuah studi menunjukkan bahwa kesepian tidak hanya merupakan masalah hati dan pikiran, tapi juga berpengaruh pada masalah tidur. Berdasar penelitian, orang yang beranggapan bahwa mereka kesepian memiliki waktu tidur yang tidak berkualitas dibanding dengan mereka yang tidak merasa kesepian.
“Siapapun dan dimana pun Anda, kita semua hidup dan bergantung pada perasaan aman dalam lingkungan sosial sekitar kita untuk bisa tidur dengan nyenyak,” ungkap peneliti Lianne Kurina, PhD. Faktor sosial dan psikologis sangat berpengaruh pada kualitas tidur seseorang dan kesehatannya.

2. Ketinggian. Lokasi di ketinggian juga berdampak pada kualitas tidur. “Ketika kita berada di dataran tinggi, udara menjadi lebih tipis, sehingga nafas pun menjadi tak teratur dan membuat otak kita ‘terkejut’ sehingga tidur jadi tidak nyenyak,” ungkap Decker. Meskipun tidak hidup di dataran tinggi, namun permasalahan ini juga akan muncul ketika Anda tidur di dalam pesawat terbang.

3. Tidur bersama binatang peliharaan. Dokter hewan sebenarnya sudah menyarankan para pasiennya untuk tidak tidur bersama dengan hewan peliharaan karena resiko penularan penyakit. Selain itu, tidur dengan hewan peliharaan ternyata bisa mempengaruhi kualitas tidur Anda. Sebuah studi yang dilakukan oleh Mayo Clinic pada tahun 2002 menunjukkan bahwa 53 persen pemilik hewan yang tidur bersama peliharaannya mengalami gangguan tidur setiap malamnya. Sebanyak 21 persen pemilik hewan merasa terganggu akibat dengkuran anjing, dan 7 persen akibat dengkuran kucing. Untuk mengatasinya, Decker menyarankan untuk tidak memasukkan hewan peliharaan ke dalam kamar tidur, atau setidaknya tidur di lantai kamar saja.

4. Bekerja malam hari. Bekerja dengan shift malam tanpa disadari bisa berakibat pada kualitas tidur yang buruk. Sebuah penelitian dari Sleep Foundation pada tahun 2005 menyatakan, 14 persen orang Amerika yang sering bekerja malam hari mengalami masalah tidur seperti kelelahan, gangguan tidur, dan insomnia. Decker menjelaskan bahwa masalah yang datang selama bekerja malam hari dan tidur pada siang hari terjadi karena kepekaan tubuh pada cahaya, sehingga tubuh mengambil isyarat adanya cahaya sebagai sinyal untuk bangun tidur.
“Cahaya dan gelap adalah isyarat yang membantu sinkronisasi sistem tubuh kita terhadap lingkungan,” tambah Decker.
Konsep yang sama berlaku ketika Anda baru melakukan perjalanan yang melintasi zona waktu, sehingga mengalami jetlag. Saat itu, otak Anda sedang mempersiapkan untuk tidur karena zona waktu Anda berada di zona gelap. “Namun, ketika melintasi zona waktu menuju zona terang, Anda tiba-tiba menerima cahaya baru, dan siklus bangun dan tidur Anda menjadi tidak sinkron. Butuh beberapa hari untuk menyeimbangkannya kembali,” ungkapnya.
Salah satu cara yang direkomendasikan Decker untuk mengatasi hal ini adalah menggunakan penutup mata ketika tidur di siang hari untuk menstimulasi kegelapan dan tertidur.

5. Suhu ruangan. Apakah Anda sering membuatkan segelas susu hangat untuk anak Anda sebelum tidur? Ternyata hal ini memiliki khasiat untuk membuat tidur anak lebih nyenyak. Kondisi ruangan dan tubuh yang hangat bisa mempengaruhi nyenyak tidaknya tidur seseorang. Di malam hari, suhu tubuh mulai turun, dan penurunan suhu tubuh ini menandakan bahwa sudah waktunya untuk tidur. Mandi air hangat dan minum minuman hangat juga bisa membuat tubuh semakin menurunkan suhu tubuhnya dan mengirimkan sinyal fisiologis untuk tidur.
“Jika kamar terlalu hangat, suhu tubuh kita pun akan meningkat dan membuat kita terbangun. Mendinginkan ruangan bisa membantu memastikan bahwa tidur akan lebih berkualitas dan nyenyak,” ungkap Decker. Saat pagi, suhu tubuh kita mulai meningkat secara bertahap, dan mengirim sinyal ke otak untuk bangun.

Iklan

Jerawat Jadi Dorongan Bunuh Diri

•Januari 9, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tindakan bunuh diri sering dipilih oleh orang sebagai jalan keluar dari siksaan batin yang dialaminya. Salah satu hal yang bisa membuat seseorang merasa tertekan itu ternyata bisa berupa hal yang sepele untuk orang lainnya, contohnya persoalan jerawat.

Jerawat yang memenuhi wajah seseorang sudah sejak lama diketahui menjadi sumber depresi, terutama pada remaja. Dalam sebuah penelitian terhadap 6.000 orang yang mendapat pengobatan untuk masalah jerawat yang parah, ditemukan 93 persennya mengaku merasa ingin bunuh diri.

Para peneliti dari Karolinska Institute di Stokholm, Swedia, yang melakukan riset ini mengatakan keinginan bunuh diri itu bisa dipicu oleh rasa frustrasi dengan penampilan fisik mereka. Lagi pula, banyak pasien yang mengatakan, meski penampilan fisik mereka sudah membaik, kehidupan sosialnya tidak. Ditambah lagi terkadang pengobatan yang dilakukan tidak membuat jerawat-jerawat itu pergi.

Selain faktor penampilan fisik, para peneliti juga mencurigai efek samping obat jerawat jenis isotretinoin yang diresepkan dokter mungkin memicu rasa depresi. Para dokter di Inggris memang mengatakan pasien yang mengonsumsi obat isotretinoin sering mengalami perubahan mood dan pikiran untuk bunuh diri.

Masa remaja memang menjadi masa yang sulit bagi sebagian orang. Pada masa ini mereka juga kerap mengalami gangguan dari teman-temannya, baik berupa kekerasan verbal, seperti ejekan dan hinaan, maupun kekerasan fisik.

Menurut psikolog dari Universitas Warwick, semua tipe dan gangguan yang dialami mengakibatkan menurunnya kepercayaan diri. Namun, manipulasi sosial, seperti disingkirkannya korban dari pergaulan, berakibat lebih parah. Korban bisa stres berat bahkan merasa dirinya tidak lagi berharga. Remaja yang memiliki perasaan seperti ini jika tidak segera mendapat bantuan kemungkinan besar akan terdorong melakukan bunuh diri.

4 Cara Deteksi Kebohongan Pria

•Januari 9, 2011 • 1 Komentar

 

Anda curiga ia berbohong, namun ceritanya sungguh meyakinkan. Kenali tanda-tanda seorang pria berbohong agar Anda bisa mengetahui kebenaran yang sebenarnya merupakan hak Anda.

1. Ucapannya Tidak Konsisten
Bila setiap kali Anda bertanya pertanyaan yang sama dia menjawabnya tidak konsisten, itu menandakan ada sesuatu yang disembunyikan. Misalnya ketika Anda bertanya sedang ada di mana, detik itu ia menjawab sedang rapat di kantor. Namun, sore harinya Anda bertanya lagi dengan cara dan kalimat yang berbeda, dia memberi jawaban yang lain pula. Coba desak lagi dengan mengatakan, “Tadi pagi kayaknya kamu bilang lagi rapat di kantor, deh, kok sekarang kamu bertemu dengan klien?” Biasanya ia akan menghindar dan mencoba cari topik lain yang baru. “Ya, begitulah pria, ketika sedang berbohong, ia cenderung tidak konsisten terhadap pernyataannya,” kata Newberry.

2. Jawaban Terlalu Detail
Bila Anda hanya memberi pertanyaan sederhana, namun ia menjawab secara detail, itu juga menunjukkan dia sedang berbohong. Misalnya, Anda bertanya, “Kok baru datang, dari mana saja?” Lalu ia menjawab, “Dari bengkel, betulin mobil, mesinnya enggak bisa di-starter, eh, tadi di bengkel ketemu teman lama, teman SMP, ya udah ngobrol ngalor ngidul, kebetulan pemilik bengkelnya itu temannya, enggak enak, kan ninggal begitu saja, jadilah kita ngobrol lagi, jadinya telat deh sampai ke sini.” Terlalu banyak informasi yang dia berikan pada Anda. Menurut Newberry, jawaban seperti ini mengindikasikan dia sudah mempersiapkan jawabannya secara rinci agar tidak ketahuan oleh Anda.

3. Gagap atau Speechless
Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menangkap kebohongannya adalah dengan melontarkan pertanyaan yang tak terduga atau di luar konteks. Misalnya kalau Anda dan dia sedang seru-serunya ngobrol tentang film, coba selipkan pertanyaan lain. Kalau dia terlihat gagap, speechless, atau bahkan tidak mampu menjawab, itu juga tanda dia sedang berbohong. “Sekitar 4 persen orang yang berbohong tidak akan bisa menjawab pertanyaan tak terduga dan di luar konteks,” kata Newberry.

4. Cari Tahu Kebenaran
Meski terindikasi berbohong, pasti ada hal yang dilontarkannya dengan benar. “Lebih penting mengetahui kebenaran daripada sebuah kebohongan,” kata Newberry. Sebaiknya Anda ketahui kebenarannya dan cari penyebab mengapa dia berbohong.

Efek Buruk BlackBerry

•April 30, 2010 • 2 Komentar

Memiliki telepon seluler pintar semacam Blackberry memang menyenangkan. Tak hanya menghibur, tapi juga bermanfaat untuk pekerjaan. Tak heran jika jumlah penggunanya terus meningkat di seluruh dunia.

Namun, di balik nilai positif yang ditawarkan, perangkat canggih itu ternyata menyimpan sejumlah efek buruk yang dapat mengganggu kesehatan penggunanya.

1. Membuat ketagihan
Perangkat telepon seluler pintar ini begitu mudah membuat pemiliknya merasa kecanduan. Studi Rutgers University pada 2006 menyimpulkan, Blackberry dan perangkat serupa memicu kenaikan penggunaan internet yang cukup signifikan, namun berdampak buruk bagi kesehatan mental.

2. Mengganggu tidur
Dengan layanan internet 24 jam, perangkat Blackberry akan bergetar atau berdering setiap saat, ketika ada email dan pesan singkat masuk. Dan setiap saat pula, pengguna akan memainkan Blackberry-nya, termasuk ketika sudah berada di tempat tidur.

Tak jarang pula, pengguna begitu sensitif dengan getar Blackberry, sehingga mudah terbangun dari tidur untuk membuka pesan yang masuk.

Kebiasaan menyanding Blackberry di tempat tidur inilah yang akhirnya membuat tidur tak berkualitas. Dampak selanjutnya, tentu menyerang kesehatan. Bukan rahasia lagi bahwa rendahnya kualitas tidur berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.

Sebuah penelitian mengungkap, pengguna Blackberry yang memiliki kebiasaan memainkannya sebelum tidur rentan mengalami insomnia, sakit kepala, dan kesulitan berkonsentrasi. Penelitian yang dilakukan Uppsala University di Swedia menambahkan bahwa radiasi telepon seluler bisa mengganggu aktivitas tidur.

3. Memicu cemas
Memiliki telepon selular cerdas semacam Blackberry memang menyenangkan bagi sebagian orang. Dengan Blackberry, aktivitas berkirim email, chatting, hingga berselancar di internet bisa dilakukan bersamaan, kapan saja, dan di mana saja. Banyak pula yang mengandalkannya untuk urusan pekerjaan.

Studi yang dilakukan MIT’s Sloan School of Management pada 2007 mengungkap, penggunaan Blackberry membentuk budaya stres di tempat kerja. Fasilitas internet 24 jam yang dijagokan telepon seluler pintar itu mengacaukan waktu luang pekerja. Tugas dan hal-hal yang menyangkut pekerjaan bisa hadir kapanpun, termasuk kala sedang libur.

4. Melemahkan otak
Di balik kemudahan yang diberikan, Blackberry berisiko melemahkan daya konsentrasi penggunanya. Karakternya yang mampu membuat pengguna melakukan sejumlah hal dalam waktu bersamaan (multitasking) cenderung membuat seseorang kesulitan menyerap informasi lantaran fokusnya mudah beralih dari satu hal ke hal lain.

“Sebagai multitasker, otak mereka dibanjiri terlalu banyak informasi, akibatnya mereka tidak selektif lagi untuk memilah informasi yang penting dengan cepat,” kata Dr David W Goodman, Direktur Pusat Gangguan Psikologis di Maryland, Baltimore.

Untuk itu, ia menyarankan para pengguna Blackberry agar tak mengaktifkan jaringan internetnya selama 24 jam. “Buat jadwal untuk membuka email, misalnya satu jam sekali, atau dua jam sekali,” kata Goodman. “Jangan menjadikan diri sebagai budak getar atau dering Blackberry.

Insomnia

•April 22, 2010 • 2 Komentar

Insomnia adalah gejala[2] kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.

Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif.[3] Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.

Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.

Diagnosa

Spesialis tidur kedokteran memenuhi syarat untuk mendiagnosis berbagai gangguan tidur. Pasien dengan berbagai penyakit termasuk sindrom fase tidur tertunda sering salah didiagnosis sebagai Insomnia.

Untuk mendiagnosis insomnia, dilakukan penilaian terhadap:

  • Pola tidur penderita.
  • Pemakaian obat-obatan, alkohol, atau obat terlarang.
  • Tingkatan stres psikis.
  • Riwayat medis.
  • Aktivitas fisik.

Diagnosis berdasarkan kepada kebutuhan tidur secara individual.

Penyebab

Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.

Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan.

Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah.

Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur.

Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali.

Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi.

Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.

Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:

  • Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat).
  • Bekerja pada malam hari.
  • Sering berubah-ubah jam kerja.
  • Penggunaan alkohol yang berlebihan.
  • Efek samping obat (kadang-kadang).
  • Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).

Gejala

Penderita mengalami kesulitan untuk tertidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan.

Pengobatan

Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia.

Orang tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia, biasanya tidak memerlukan pengobatan, karena perubahan tersebut adalah normal.

Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur; cahaya yang redup dan tidak berisik.

Jika penyebabnya adalah stres emosional, diberikan obat untuk mengurangi stres. Jika penyebabnya adalah depresi, diberikan obat anti-depresi.

Jika gangguan tidur berhubungan dengan aktivitas normal penderita dan penderita merasa sehat, bisa diberikan obat tidur untuk sementara waktu.

Masturbasi, Cukup Dua Kali Seminggu

•April 20, 2010 • 2 Komentar

JAKARTA, KOMPAS.com – Pertanyaan mengenai sejauhmanakah kegiatan masturbasi tergolong normal, merupakan salah satu topik yang paling sering diperbincangkan. Pakar seks terkemuka Dr Boyke Dian Nugraha Sp.OG, MARS, menyatakan masturbasi merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan seksual seseorang. Tidak ada batas-batasan khusus bahwa masturbasi kelewat sering bisa menimbulkan efek negatif. Lanjutkan membaca ‘Masturbasi, Cukup Dua Kali Seminggu’

Partai Jilbab

•April 12, 2009 • 1 Komentar

partai-jilbabOh engkau berwarna warni yang sengaja ingin ditempel nutupin jalan-jalan, pohon-pohon, tembok-tembok, baju-baju, bendera-bendera, mobil dan motor-motor. Buat tembok rumah ibu, itu ibu sayah, ngomel-ngomel sambil terus bawel-bawel yang bikin anak tetangga sebelah rewel-rewel.

Oh itu disebut lagi pawai, musim kampanye, musim banyak partai, musim caleg narcis, musim bagi sembako, musim cari perhatian, musim obral janji juga obral baju, musim pada mikir, musim adu strategi, adu cakep, adu kaya, adu terkenal, dan masih banyak adu-adu lainnya yang enggan sayah jabarkan.

Kemaren waktu saat lagi musim-musimnya kampanye di daerah rumah, rumah ibu sayah, mungkin dirumah ibu kamu juga bahkan dirumah ibu-ibu diseluruh Indonesia yang sayah bilang tercintah. Ada caleg suami dan istri yang mencari perhatian dengan target ibu-ibu pengajian. Karena ibu sayah terdaftar meskipun tanpa daftar berada didalam kumpulan ibu-ibu pengajian. Meski tanpa terpaksa ikut duduk, ikut dengerin, namun dipaksa ikut perhatiin yang minta diperhatiin. Yaitu kedua caleg, dari partai “RAHASIA” sahut ibu sayah jika ada orang bertanya.

Namun ketika dirumah, yaitu rumah ibu sayah. Setiap ada siapa aja dirumah yang kadang-kadang termasuk sayah selalu di selodorin kalender gantung yang bergambar dua caleg tersebut sambil melafalkan nomor urut si caleg. Oh engkau caleg yang dimaksud ibu sayah sudah sangat berhasil mempengaruhi ibu sayah yang tidak tak tau apa-apa yang engkau sebenarnya tuju. Sungguh cerdik sekali bidikkan mu wahai caleg. Hanya dengan sebuah jilbab dan kalender gantung, engkau mengarahkan atau tepatnya menyuruh oh ibu-ibu pengajian yang memang niat mengaji saat itu termasuk ibu sayah harus merasa balas budi dan merasa perlu mendukung ambisi engkau yang banyak, banyak sekali, yang tidak banyak mereka tahu, tahu apa yang sebenarnya engkau mau.